TAHUN KEMANUSIAAN

Misa Tahun Kemanusiaan :
Refleksi Pemilu 2014

Satu penampilan parodi orasi kampanye politk
pada pengantar Misa Tahun Kemanusiaan 2014
Sabtu, 22/02/2014 Pk. 16.30 WIB.
foto terkait ada di : web warta foto paroki klaten

Tahun 2014 ini banyak dari kita yang lebih suka menyebutnya sebagai tahun politik; tidak salah, karena memang, banyak agenda politik yang akan kita jalani sebagai warga dari sebuah bangsa yang hidup bernegara secara demokratis. Beberapa agenda politik itu adalah; pemilihan legislatif pada tanggal 9 April 2014 dan pemilihan Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 nanti.
 
Tahun politik ini akan menjadi lebih bermakna lagi bagi kehidupan kita; apabila kita sebut juga sebagai Tahun Kemanusiaan. Sekaligus untuk mengingatkan kembali bahwa hiruk-pikuk agenda politik itu sebenarnya, walaupun memang penting; hanyalah sebagian kecil dari upaya kita memperbaiki peri kehidupan kita. Dengan istilah Romo Mangun yang sudah cukup populer hiruk-pikuk itu adalah wujud upaya 'memanusiakan manusia'. Itulah mengapa Misa pada hari Sabtu  tanggal 22 Februari 2014 pukul 16.30 WIB di Gereja St. Maria Assumpta Klaten ini kita sebut Misa Menyambut Tahun Kemanusiaan.

Misa dihunjukkan oleh Romo Heribertus Budi Purwantoro, Pr. Dibantu oleh para petugas dan OMK dengan sajian kontemplasi dramaturgi; yang pada ujungnya untuk mengingatkan kembali kesejatian kita sebagai manusia-manusia yang 100% Katholik dan 100% Indonesia !

Sebagai warga gereja universal kita selalu dipanggil untuk turut pula mersakan pahit-getir kehidupan di masyarakat. Kita tidak boleh apatis menanggapai pangillan itu; yang dalam konteks adanya agenda kehidupan politik berbangsa dan bernegara indonesia; mesti menjalankan peran masing-masing dengan sebaik-baiknya. Peran sebagai pemilih yang cerdas bagi kita yang memiliki hak pilih, dan peran pemimpin yang adil bagi kita calon-calon wakil rakyat yang akan terpilih. Sehingga hiruk-pikuk agenda politik yang kita jalani menyumbang secara bermakna upaya-upaya lebih memanusiakan kemanusiaan kita.

Marilah tanpa lelah kita lebih memanusiakan kemanusiaan kita.

 

Related Posts: