MINGGU PALMA

MENYAMBUT RAJA MULIA
-
Bacaan :

Apakah Raja Mulia itu juga mendapat sambutan dalam rumah, hidup dan hati kita ?

Ketika memasuki Yerusalem Yesus mengetahui benar apa yang telah menantinya - pengkianatan, penolakan, ditinggalkan, penyangkalan, bahkan penyaliban. Sementara orang-orang Yerusalem sibuk menyambutnya sebagai Raja Penyelamat, [hampir] sedikit saja yang mereka pahami biaya atau ongkos yang mesti dikeluarkan raja ini untuk menegakkan kerajaan-Nya.

Kedatangan Yesus dengan menunggang anak keledai adalah penggenapan langsung nubuatan Zakharia atas kedatangan Mesias [penyelamat]
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. (Zakharia 9:9)

Keledai adalah lambang perdamaian. Yesus masuk ke Yerusalem dengan ketaatan, kesetiaan, kesabaran, keteguhan-hati dan kerendahan hati (lih. Yes. 50:4-7 dan Flp. 2:6-11 ), sebagai Raja Penyelamat yang menawarkan kejayaan dan kedamaian kepada yang dipimpin-Nya. Kejayaan dan kedamaian itu akan diadakan pada kayu salib dan kebangkitannya, yang akan berlangsung pada waktu Paskah.

Yesus Kristus datang membawa kerajaan Allah. Dialah Raja sejati yang memberikan kedamaian, suka-cita dan hidup kekal kepada siapa saja yang menerima ke-raja-an-Nya.

Mari kita sambut Raja Mulia di dalam rumah, hati dan hidup kita ! Buatlah dinding-dinding rumah, hati dan hidup kita menggemakan pujian kepada kemuliaan-Nya !

Selamat Menyambut Raja Mulia !
Berkah Dalem

Related Posts: