INFORMASI UNTUK UMAT GMA

MENYAMBUT DIBUKANYA KEMBALI GEREJA MARIA ASSUMPTA KLATEN UNTUK IBADAT PERAYAAN EKARISTI DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU

Bapak, Ibu, Saudara, Saudari, dan anak-anak seluruh umat katolik
di Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Klaten.
Berkah Dalem,
Menyambut dibukanya kembali Gereja Santa Maria Assumpta Klaten untuk kegiatan ibadat khususnya perayaan Ekaristi di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, maka alangkah baiknya marilah kita mengetahui tata cara ataupun ketentuan yang harus kita laksanakan bersama, yaitu:
  1. Dalam penyelenggaraan perayaan Ekaristi di masa adaptasi kebiasaan baru, Dewan Pastoral Paroki Gereja Santa Maria Asumpta Klaten harus berpedoman paling tidak pada Surat Edaran Keuskupan Agung Semarang dan Surat Edaran Bupati Klaten.
  2. Sebagai Langkah awal Dewan Pastoral Paroki telah membentuknya Satuan Tugas Liturgi dan Peribadatan di masa adaptasi kebiasaan baru sebagai panitia pelaksananya.
  3. Gereja Santa Maria Assumpta Klaten secara resmi telah mendapatkan ijin dari Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten untuk dapat melaksanaan peribadatan. Sesuai rencana perayaan Ekaristi bersama umat dimulai tanggal 18 Juli 2020.
  4. Perayaan Ekaristi saat adaptasi kebiasaan baru ini sementara hanya diperuntukkan bagi umat Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Klaten yang telah terdaftar dan mendapat undangan. 
  5. Bahwa untuk melaksanakan perayaan Ekaristi di masa adaptasi kebiasaan baru di gereja, Romo bersama para petugas liturgi telah memahami dan menyadari semua ketentuan protokol kesehatan covid-19
  6. Tahap awal perayaan Ekaristi di Paroki Klaten akan diadakan di Gereja Santa Maria Asumpta, selanjutnya jika sudah memungkinkan akan disiapkan dan direncanakan juga untuk Gereja Ignatius Ketandan dan Gereja Yusup Senden, serta kapel-kapel di wilayah sesuai kesiapan masing-masing.
  7. Kapasitas umat yang hadir di GMA pada perayaan Ekaristi secara bertahap akan ditingkatkan hingga maksimal sekitar 200 umat pada tiap misa
  8. Selama menghadiri perayaan Ekaristi di gereja, sejak hadir hingga selesai dan pulang meninggalkan gereja seluruh umat wajib mematuhi petunjuk Petugas Tatalaksana dari Satuan Tugas Liturgi dan Peribadatan New Normal
  9. Umat yang berhak hadir pada tiap misa (minggu dan harian) akan mendapatkan jadual/undangan dari Satuan Tugas Liturgi dan Peribadatan AKB melaui aplikasi Gematen atau Ketua Lingkungan.
  10. Umat yang terjadual untuk hadir perayaan Ekaristi, akan mendapatkan undangan yang meliputi informasi tanggal dan jam mengikuti perayaan Ekaristi serta tempat parkir (jika berkendaraan) dan juga lokasi tempat duduk di dalam gereja.
  11. Saat menghadiri perayaan Ekaristi umat wajib memakai masker dari rumah, membawa hand sanitizer atau tisu basah, dan kain/lap untuk pengering cuci tangan, dan jangan lupa gambar QR Code (dari app Gematen atau bisa dicetak)  
  12. Saat menghadiri perayaan Ekaristi umat diharap tidak membawa/mengenakan barang yang tidak perlu (buku, perhiasan, dll) karena bisa menjadi media penularan virus corona. Dan hanya membawa barang seperlunya dimasukkan dalam tas yang ringkas.
  13. Sebelum memasuki gereja umat akan diarahkan petugas Tatalaksana mulai dengan parkir kendaraan, kemudian pemeriksaan suhu tubuh, selanjutnya pemeriksaan QR Code, lalu memasukkan kolekte (bisa setelah perayaan Ekaristi atau kolekte dengan Kode QR), serta mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.
  14. Ketika menuju tempat duduk di dalam gereja, umat diminta mengikuti tanda panah di lantai, selanjutnya duduk sesuai zone tempat duduk yang sudah ditentukan dan duduk sesuai tanda jarak di bangku.
  15. Selama mengikuti perayaan Ekaristi umat tetap menggunakan masker, saat bernyanyi tidak boleh terlalu keras, dan tidak diperkenankan berlutut, bersalaman, atau bergandengan.
  16. Sebelum menerima komuni diharapkan menggunakan hand sanitizer sendiri atau bisa minta kepada petugas Tatalaksana. Selanjutnya umat berjalan antri untuk menerima komuni dengan menjaga jarak sesuai tanda di lantai.
  17. Ketika Prodiakon menerimakan komuni, umat diminta menjulurkan tangannya melewati sekat plastik, kemudian melangkah kesamping, lalu membuka dan menutup kembali masker setelah menyantap komuni.
  18. Setelah berkat penutup ada kesempatan adorasi sebentar, selanjutnya langsung meninggalkan gereja menuju rumah. Dan sesampai dirumah segera membersihkan diri sebelum berkumpul dengan keluarga.
  19. Agar tidak menjadikan gereja sebagai tempat penularan virus corona, maka umat yang hadir diharapkan sudah memahami protokol kesehatan Covid-19 secara pribadi.
  20. Di luar dan di dalam gereja telah dilengkapi dengan sarana-sarana protokol kesehatan covid-19 yang memadahi, umat dipersilahkan memanfaatkannya dengan baik
  21. Misa di gereja saat adaptasi kebiasaan baru ini hanya diperuntukkan bagi umat yang kondisi badan sehat berumur minimal 10 tahun atau sudah menerima komuni sampai dengan maksimal berumur 65 tahun.
  22. Bagi umat yang menderita sakit bawaan atau yg rentan terpapar covid-19, dan ibu hamil serta bila mempunyai anggota keluarga manula atau anak kecil belum diperkenankan mengilkuti misa di gereja
  23. Kepada umat yang tidak dapat mengikuti misa di gereja diharapkan dapat mengikuti misa secara online (live streaming) pada jam yang telah ditetapkan.
  24. Romo Paroki akan menunjuk Asisten Pelayan Luar Biasa Komuni untuk menerimakan komuni kepada umat yang mengikuti perayaan Ekaristi secara online (live streaming) di rumah masing-masing.
  25. Umat yang menghendaki menerima komuni di rumah akan diatur dalam ketentuan lebih lanjut. 
  26. Sesuai himbauan dari Keuskupan Agung Semarang dan Pemerintah, jika terjadi indikasi terpapar virus corona di GMA, maka pelaksanaan ibatat Perayaan Ekaristi di gereja akan ditutup kembali.
Untuk keberlangsungan ibadat perayaan Ekaristi ini, marilah kita bersama-sama menjaga, peduli dan mentaati ketentuan ini, terima kasih.
         Berkah Dalem.

Satgas Liturgi dan Peribadatan AKB GMA Klaten

Posting Komentar

0 Komentar